kenapa, Tuhan?

kadang saya bertanya dalam hati, kenapa Tuhan menciptakan rasa sesal? kenapa Tuhan menciptakan rasa marah? kenapa Tuhan menciptakan rasa sedih? kenapa Tuhan menciptakan kemurungan? kenapa Tuhan memberikan rasa-rasa yang negatif pada kita? kenapa tidak rasa-rasa yang positif saja semuanya? kesenangan, kegembiraan, kenyamanan, senyum, tawa, dan lain-lain.

kenapa harus ada rasa yang negatif?

lalu saya terpikir lagi, from the very first time, God created us in couple. tidak hanya manusia, hewan, benda, rasa, semuanya berpasang-pasangan. tapi kenapa? apa mungkin Tuhan menginginkan kita untuk belajar dari hal yang negatif dulu untuk mendapatkan hal yang positif? kita berawal dari bayi (kecil) dulu bukan, kemudian menjadi dewasa (besar)? kita bersusah payah dulu bukan, bersekolah untuk kesenangan masa depan? kita pernah merasa sedih, kemudian senang. kita marah, kemudian tersenyum. ah, saya bingung.. saya belum mendapat jawabannya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s