Loaded Too Much Stuff

saya sedang merasa sangat penuh 3 hari terakhir ini. entah karena kegiatan saya atau apa saya pun kurang paham. dan sekarang saya memutuskan untuk menulis adalah sebuah distraction yang saya harap dapat melegakan pikiran saya yang entah saya juga tidak mengerti terpenuhi oleh hal macam apa.

tapi baru saja saya membuka sebuah akun dan menemukan kata yang tidak mengenakkan saya, “Sejauh mana harus sabar..” atau semacam itu. saya benar-benar tidak mengerti sebetulnya dimana letak kesalahan kami, saya, atau dia. pernah melihat Harry Potter, kan? pastinya tau tokoh mengerikan Dementor? Dementor menghisap jiwa dari seseorang dan orang yang sedang dihisap seolah-olah merasa tidak akan pernah merasa bahagia lagi. yah, seperti itulah kira-kira yang sedang saya rasakan.

bertengkar. sehari, tidak akan terlalu membebani. tetapi kalau 3 hari berturut-turut, that’s gonna be a burden. saya tahu, saya sangat pemula dalam bidang itu, pecinta alam. saya tahu bagaimana dia khawatir akan keselamatan saya. saya tahu bagaimana dia khawatir karena saya bergaul dengan lelaki-lelaki yang penampilan luarnya menakutkan. saya tahu bagaimana dia khawatir saya bergabung dengan dunia macam itu. tetapi saya tegaskan dari awal, saya tidak main-main. saya lakukan ini karena memang harus. mengapa harus? ya, karena saya tidak punya pilihan. saya mempunyai penelitian soal keguaan, dan ketika saya tidak bisa menuruni gua vertikal, saya tidak dapat melakukan penelitian. mengapa tidak dapat melakukan penelitian? karena menuruni gua vertikal membutuhkan teknik, they called it SRT. dimana saya dapat belajar SRT? HIKESPI. mengapa HIKESPI? karena HIKESPI merupakan Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia. dan apa yang membuat dia begitu khawatir? first of all karena saya bukan mapala, yang kedua stamina saya tidak begitu baik, yang ketiga, kegiatan itu berbahaya, yang keempat, lingkungan. karena kegiatan yang diadakan HIKESPI (KDKL) hanya berlangsung seminggu, saya masih harus banyak belajar. karena saya belajar dari nol. dimana saya dapat melanjutkan belajar? di sekretariatan bersama teman-teman mapala. dan, disinilah saya sekarang. selalu dipersalahkan karena berkegiatan seperti itu.

di saat pulang latihan, yang saya inginkan bukanlah diajak bertengkar. saya ingin support. saya ingin dukungan karena kepada siapa lagi saya harus meminta? orang tua saya tidak begitu memahami dunia seperti ini. dan yang paling penting, dialah satu-satunya orang tempat saya berbagi. dan sedihnya, saya tidak dapat membagikan pengalaman saya di dunia pecinta alam padanya karena pasti berujung pertengkaran. saya ingin sekali bercerita tentang kemajuan skill saya, saya ingin bercerita bagaimana saya dapat mengatasi trouble saya ketika latihan, saya ingin bercerita tentang teman-teman baru saya, tapi..

saya ingin menangis sekarang, benar-benar ingin. rasanya tenggorokan saya sudah sakit. anda tahu, kan rasanya ketika ingin menangis tetapi ditahan. yah, begitulah.. belum lagi keadaan saya yang sedang berusaha menjadi lebih baik. saya tahu saya sering menyusahkan dia. saya tahu selama ini saya suka marah-marah dan egois. tapi saya benar-benar sedang berubah. saya tidak pernah membentak dia dalam 3 malam pertengakaran yang mengerikan itu, saya tidak mengeluarkan makian, saya bahkan memohon agar tidak bertengkar. tapi apa, inikah yang saya dapat? oh, saya tahu, mungkin memang begini cobaan orang yang sedang berubah. berubah itu tidak mudah bukan? dan ini lah ke’tidakmudah’an itu. tetapi dunia terlanjur tahu bahwa sayalah biang keroknya. tiap kali dia menulis sesuatu yang berirama sedih, orang pasti menebak sayalah penyebabnnya. dan memang saya. tapi kali ini? tolonglaah, toloong, jangan buat saya jadi orang yang bersalah. bukan saya yang mengajak bertengkar. tolonglaah, bahkan saya tidak membentak sama sekali. tolong.. dan ketika melihat kata-kata dia di sebuah akun, “Sejauh mana harus bersabar..”, pastilah orang berpikir bahwa dialah satu-satunya orang yang tersakiti. ya Allah..

saya benar-benar ingin tenggelam..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s